PENGENALAN SISTEM PENDINGIN
1.1 PENDAHULUAN
Dalam
rangkaian pelajaran siklus kerja dari internal combustion engine atau
pembakaran internal engine, menghasilkan banyak panas. Selama fase pembakaran
pada kerja engine, temperatur dari bahan bakar yang terbakar dapat mencapai
1900°C. Pada desain engine modern, persentase panas ini lebih besar selama
pembakaran diubah menjadi fungsi kerja pada roda gaya engine. Diluar total
panas yang dihasilkan engine modern sampai dengan 43 persen diubah ke energi
yang dapat digunakan, 27 persen hilang atau keluar ke exhaust atau knalpot, 7
persen hilang dalam radiasi dan sisanya 23 persen dhilangkan ke atmosfer/udara
melalui sistem pendingin.
Sistem pendingin pada banyak
engine diesel tidaklah hanya diperlukan untuk menghilangkan panas yang
dihasilkan oleh pembakaran, namun untuk menghilangkan panas dari sejumlah
komponen lain yang berhubungan dengan kerja engine. Komponen ini yang
mentransfer panas ke sistem pendingin
engine antara lain:
Kerja dan umur servis engine
diesel dipengaruhi langsung oleh sistem pendingin. Jika sistem pendingin tidak
memadai ukurannya, maka pertahanannya buruk atau tidak berfungsi dengan benar
dan akibatnya bisa terjadi overheating (terlalu panas) atau overcooling
(terlalu dingin). Karena overheating atau over-cooling dapat menyebabkan aus
internal engine yang berlebihan dan tidak diperlukan, menurunkan performa
engine, maka penting agar penyebab masalah dalam sistem pendingin segera
diperbaiki.
Sistem dasar cairan
pendingin ditunjukkan dalam Figure 10.1.
1.
radiator
radiator
2.
water pump atau pompa air
3.
water-jackets
4.
radiator hose atau selang radiator
5.
thermostat
6.
fan atau kipas
7.
coolant - pendingin
Fungsi dasar dari
sistem pendingin adalah mentransfer paans dari dalam engine ke udara luar. Ia
melakukannya dengan mensirkulasi coolant (udara dengan aditif) melewati engine
dan radiator. Water pump mengambil coolant dari bagian bawah radiator dan pompa
melewati engine ke bagian atas radiator.
Panas yang tercipta dalam combustion chamber engine (ruang pembakaran
engine) dan ditransfer (melalui induksi) ke dinding silinder dan silinder
head/kepala silinder menuju ke water- jacket, dimana panas ditransfer ke
coolant. Saat ia bersirkulasi, coolant membawa panas dari engine ke
radiator.
Coolant yang panas melewati radiator mentransfer panas ke radiator.
Kemudian panas dihilangkan oleh udara yang melewati fin dan terus ke radiator
core/pusat radiator. Aliran udara dibantu oleh fan/kipas. Saat coolant mencapai
tangki radiator bawah, coolant tersebut cukup dingin untuk masuk kembali ke
engine dan menghilangkan panas lebih banyak.
Ada panas yang juga dihilangkan melalui radiasi/penyebaran. Panas
menyebar dari luar engine dan dari exhaust ke part engine lainnya dan menuju
body. Thermostat terletak di outlet dari silinder head. Yaitu valve yang
dioperasikan oleh panas yang mencegah coolant mengalir melewati radiator
coolant yang panas sampai engine memanas.
1.1
SISTEM
PENDINGIN
Sistem pendingin menghiangkan
panas yang berlebihan dan menjaga engine pada tempertaur kerjanya yang paling
efisien. Ini membuat pemanasan yang cepat pada start yang dingin. Panas
dihilangkan atau dipindahkan dari engine melalui aliran udara disekitar engine
atau dengan sirkulasi cairan dalam engine block di sekitar tiap silinder dan
didalam silinder head.
1.2 Tipe-tipe sistem pendingin
Ada dua tipe sistem
pendingin yang digunakan dalam engine modern. Sistem cairan pendingin. Yaitu
menggunakan cairan untuk menghilangkan atau memindahkan panas dari engine dan
udara atau zat cair lain untuk mendinginkan cairan.
a)
Engine
dengan udara pendingin
Umumnya pada sepeda motor,
mesin pemotong rumput dan stationary plant.
·
Udara melewati
sekitar silinder dan head membawa panas.
·
Silinder dan head dikipas untuk membantu penghilangan panas ke udara.
·
Aliran udara melewati fin silinder dan head seringkali ditingkatkan
dengan menggunakan fan atau kipas dan duct (saluran) atau cowl.
b) Engine dengan pendingin cairan
Engine
ini menggunakan air sebagai media dengan antibeku dan korosi inhibitor yang
ditambahkan untuk membentuk coolant.
·
Coolant
mengelilingi combustion chamber dan silinder dan menyerap panas yang dihasilkan
oleh combustion/pembakaran.
·
Coolant yang panas bersirkulasi dari engine ke radiator dimana panas
dihilangkan ke udara.
·
Coolant kembali ke engine menyelesaikan siklus.
1.2 SISTEM PENDINGIN DASAR
Part dasar dari sistem
pendingin ditunjukkan dalam Fig. 16-1. Lihat gambar ini sebagaimana pengenalan
tiap part.
1. WATER PUMP (mendorong coolant melewati
engine dan part sistem lainnya).
2. RADIATOR HOSES (menghubungkan engine ke
radiator).
3. RADIATOR (mentransfer panas coolant engine
ke udara luar).
4. FAN (menarik udara ke radiator).
5. THERMOSTAT (mengontrol aliran coolant dan
temperatur kerja engine).

Komponen sistem pendingin dari engine berpendingin cairan adalah:
·
water-jackets
·
radiator
·
penutup radiator
·
botol
ekspansi
·
hose/selang dan
klem
·
water pump
·
thermostat
·
fan dan cowling
·
fan belt
·
indicator temperatur
